Liputan Seputar Dunia Pendidikan

Kadis Pendidikan Aru Antar 5 Guru ke Desa Siya, SD Kristen Kembali Aktif Setelah 3 Tahun Vakum

KEPULAUAN ARU – persbhayangkara.com MALUKU

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Aru, Aris Frits Irianto Gainau,S.KM.,M.PH., memimpin langsung kunjungan kerja dan monitoring ke wilayah perbatasan di Kecamatan Aru Selatan Timur, Sabtu (24/10/2026).

Kunjungan tersebut menyasar desa-desa terluar yakni Desa Siya, Salarem, Meme/Meror, dan Batugoyang. Keberangkatan dilakukan dari Pelabuhan Rakyat Dobo menggunakan speedboat.

“Kami akan mengunjungi Desa Siya, Salarem, Meme/Meror, serta Batugoyang. Jika cuaca bersahabat, kami akan menyisir beberapa desa lainnya,” ujar Aris sebelum bertolak.

Dalam kunjungan itu, Aris didampingi Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kepulauan Aru Johan Karams, S.E., Kabid Pembinaan Ketenagaan Maya R. Unmehopa, S.E., serta Analis Perencana Heronia K. Siarukin, http://S.Sos.

Agenda utama kunjungan tersebut adalah mengantarkan lima guru baru beserta satu kepala sekolah untuk bertugas di SD Kristen Desa Siya.

Sekolah tersebut sebelumnya tidak melaksanakan kegiatan belajar mengajar selama kurang lebih tiga tahun akibat tidak tersedianya tenaga pendidik.

“Kami menyiapkan lima orang guru untuk SD Kristen Siya. Bersama satu kepala sekolah, totalnya enam orang. Mereka akan membuka kembali sekolah sehingga anak-anak di sana dapat bersekolah dengan normal,” jelas Aris.

Penempatan tenaga pendidik ini diharapkan memulihkan aktivitas pendidikan di Desa Siya dan memastikan hak anak-anak setempat memperoleh layanan pendidikan yang layak.

Langkah tersebut sejalan dengan arahan Bupati Kepulauan Aru Timotius Kaidel terkait kedisiplinan tenaga pendidik.

Saat melantik 47 kepala sekolah di Aula BPKAD, Jumat (23/10/2026), Bupati menegaskan komitmen dan kesetiaan guru pada tempat tugas.

“Mulai tahun 2027, pemerintah daerah akan memberikan penghargaan khusus pada peringatan Hari Pendidikan Nasional dan Hari Guru bagi guru dan kepala sekolah yang konsisten hadir di tempat tugas,” ujar Bupati.

Sebaliknya, sanksi disiplin akan diberikan bagi tenaga pendidik yang mengabaikan tanggung jawab dan memiliki tingkat kehadiran rendah.

Menanggapi persoalan sekolah vakum, Kadis Pendidikan menegaskan hal tersebut menjadi perhatian serius.

“Saya merasa gelisah jika menerima laporan sekolah menghentikan aktivitas belajar mengajar hingga berbulan-bulan. Jangankan berbulan-bulan atau bertahun-tahun, satu minggu saja sekolah vakum, saya sudah gelisah. Kita harus menata kembali hal ini. Persoalan seperti ini tidak boleh lagi terjadi, khususnya di daerah kita,” pungkas Aris Gainau. (Banbang Anakoda)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Paling Populer dalam 30 hari

To Top