SIDOARJO – persbhayangkara.com JAWA TIMUR
SMP Al Muslim Waru, Kabupaten Sidoarjo, menggelar Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) bagi 82 murid kelas VII pada 14–16 Oktober 2026. Bertempat di Villa Rumah Emak, Trawas, Mojokerto, kegiatan ini mengusung tema “Excellence in Self, Impact in Team” sebagai upaya membentuk generasi muda yang berkarakter, bertanggung jawab, dan mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.
Kegiatan yang turut melibatkan tim OSIS dan Majelis Perwakilan Kelas (MPK) kelas IX tersebut dirancang untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan sejak dini.
Para murid tidak hanya dibekali pemahaman tentang cara memimpin orang lain, tetapi juga diajak mengenali potensi diri, mengendalikan emosi, mengambil keputusan secara bijaksana, serta membangun kerja sama yang solid dalam sebuah tim.
Melalui perpaduan permainan edukatif, diskusi, refleksi diri, dan aktivitas luar ruang, peserta mendapatkan pengalaman belajar secara langsung mengenai pentingnya kedisiplinan, komunikasi, tanggung jawab, serta kemampuan menyelesaikan masalah bersama.
Ketua Pelaksana LDKS, Ustazah Ummul Jazilah, S.Ag., M.Pd., mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu langkah sekolah dalam menanamkan nilai-nilai kepemimpinan kepada murid sejak usia dini.
“Melalui tema Excellence in Self, Impact in Team, kami ingin menanamkan pemahaman kepada murid bahwa seorang pemimpin yang baik harus mampu mengenali potensi dirinya, mengelola emosi dan perilakunya, bertanggung jawab atas setiap tindakan, serta membangun kerja sama yang positif dengan orang lain,” ungkapnya.
Ia berharap pengalaman yang diperoleh selama tiga hari pelaksanaan LDKS tidak berhenti sebagai kegiatan di luar sekolah semata, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
Sementara itu, Kepala SMP Al Muslim, Ustazah Ika Sriyaningsih, S.Pd., M.Pd., memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, pembentukan karakter kepemimpinan merupakan bagian penting dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki ketangguhan mental, akhlak mulia, dan integritas.
“Kegiatan LDKS ini merupakan bagian integral dari komitmen SMP Al Muslim dalam membentuk generasi pemimpin yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki ketangguhan mental, akhlak mulia, dan integritas. Kami berharap nilai-nilai kepemimpinan yang diperoleh selama di Trawas dapat terus dihidupkan dalam keseharian murid, sehingga mereka siap menjadi agen perubahan positif di lingkungannya masing-masing,” tuturnya.
Asah Kepemimpinan Melalui Pengalaman Langsung
Rangkaian LDKS diawali pada Rabu (14/10/2026) dengan keberangkatan peserta dari SMP Al Muslim menuju lokasi kegiatan di Trawas, Mojokerto.
Setelah tiba, murid mengikuti pembukaan dan aktivitas Know the Character Team untuk mengenali karakter diri maupun anggota kelompok, membangun komunikasi, serta belajar menghargai perbedaan.
Pembelajaran dilanjutkan melalui permainan Don’t Drop It, yang mengajarkan pentingnya ketelitian, koordinasi, tanggung jawab, dan menjaga amanah bersama. Pada malam hari, peserta mengikuti sesi Self-Regulation untuk memahami cara mengelola diri, mengendalikan perilaku, serta mempertimbangkan konsekuensi sebelum mengambil tindakan.
Pada Kamis (15/10/2026), kegiatan diawali dengan salat tahajud dan Subuh berjamaah, dilanjutkan dengan kebersihan diri, senam pagi, jalan santai, dan sarapan bersama.
Peserta kemudian mengikuti sesi Strategic Thinking & Decision Making, yang melatih kemampuan menganalisis situasi, mempertimbangkan alternatif, menentukan prioritas, dan mengambil keputusan secara tepat serta bertanggung jawab.
Materi tersebut dipraktikkan melalui Leadership Expedition, sebuah aktivitas luar ruang yang menantang murid untuk mengembangkan strategi, komunikasi, kerja sama, dan keterampilan memecahkan masalah. Setelahnya, peserta melakukan evaluasi untuk meninjau proses kerja tim, pembagian peran, dan strategi yang digunakan dalam menghadapi tantangan.
Melalui sesi Final Reflection bertema “Saya ingin dikenal sebagai pemimpin yang…”, murid diajak merumuskan nilai-nilai kepemimpinan yang ingin dikembangkan dalam dirinya.
Salah satu peserta kelas VII, Lefi, mengaku mendapatkan banyak pengalaman berharga selama mengikuti kegiatan tersebut.
Ia merasakan bahwa kepemimpinan membutuhkan kemampuan mengendalikan diri sekaligus membangun kepercayaan dan kekompakan dengan orang lain.
“Selama mengikuti LDKS, saya belajar banyak hal baru, terutama tentang bagaimana cara mengendalikan emosi, berkomunikasi dengan teman sekelompok, dan bekerja sama menyelesaikan tantangan.
Kegiatan favorit saya adalah saat ekspedisi luar ruangan karena kami harus saling percaya dan kompak agar bisa mencapai tujuan bersama. Pengalaman ini membuat saya lebih percaya diri untuk menjadi pemimpin yang baik,” ujar Lefi.
Pada Jumat (16/10/2026), peserta kembali menjalani kegiatan ibadah berjamaah dan kebersihan diri, dilanjutkan dengan sarapan serta Outdoor Activity. Aktivitas tersebut menjadi kesempatan bagi murid untuk menerapkan nilai-nilai kepemimpinan yang telah dipelajari melalui pengalaman nyata di alam terbuka.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan upacara penutupan, dilanjutkan dengan pengemasan perlengkapan dan perjalanan kembali menuju SMP Al Muslim. Peserta dijadwalkan tiba di sekolah pada pukul 15.30 WIB.
Membangun Pemimpin Muda yang Berdampak
LDKS SMP Al Muslim 2026 menegaskan bahwa kepemimpinan bukan sekadar kemampuan memberikan arahan kepada orang lain. Lebih dari itu, kepemimpinan berawal dari kemampuan mengelola diri, menjaga komitmen, menuntaskan tanggung jawab, serta membangun hubungan yang sehat dan produktif dengan sesama.
Melalui program unggulan Leadership, SMP Al Muslim berupaya menghadirkan proses pembelajaran karakter yang kontekstual, sehingga murid tidak hanya memahami konsep kepemimpinan secara teori, tetapi juga mampu mempraktikkannya dalam berbagai situasi.
Semangat “Know Yourself – Manage Yourself – Collaborate – Create Impact” menjadi pesan utama dari kegiatan tersebut. Murid diharapkan mampu mengenali potensi diri, mengembangkan kedisiplinan, memperkuat budaya kolaborasi, dan tumbuh menjadi generasi muda yang membawa manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Dengan demikian, LDKS bukan sekadar agenda tahunan sekolah, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan dalam mempersiapkan generasi pemimpin masa depan yang unggul dalam karakter, kuat dalam tanggung jawab, serta mampu menciptakan dampak positif bagi masyarakat. Sult