SORONG – persbhayangkara.com PAPUA BARAT DAYA
02/09/26, Penolakan keras yang dilakukan oleh aktivis Komite Nasional Papua Barat (KNPB) mewarnai acara pembukaan pelaksanaan PAPEDA Summit 2026 (Papua Action for Development, Economy, and Sustainable Nature) yang digelar di Kota Sorong, Papua Barat Daya pada 2–4 September 2026.
Aksi demo berlangsung di pelataran Hotel Vega Sorong 02/09/26 pukul 16.00 WIT sempat diwarnai kericuhan karena sejumlah aktivis menuntut masuk dan bertemu panitia acara PAPEDA Summit 2026 namun dihadang oleh aparat gabungan Kepolisian dan TNI yang sudah berjaga sejak pagi.
Kritik keras oleh beberapa tokoh masyarakat Papua dan sejumlah aktivis yang disampaikan oleh salahsatu Jubir Nasional KNPB, Ones Suhuniap, terkait Marginalisasi Mayarakat Adat dan Eksploitasi Hutan Berkedok Ekonomi Hijau.
Menurut Ones, penolakan masyarakat sipil terhadap kegiatan PAPEDA Summit 2026 ini adalah protes keras terhadap pemerintah yang dinilai telah memodifikasi budaya sebagai komoditas, penyelenggara memanfaatkan nama dan simbol budaya “Papeda” (makanan khas tradisonal daerah) sebagai komoditas politik dan ekonomi tanpa memberikan penghormatan mendalam terhadap esensi aslinya. Agenda ekonomi hijau (green economy), ekonomi biru, dan pengelolaan karbon yang dibahas dinilai berpotensi menjadi kedok baru untuk merampas tanah adat dan membatasi ruang kelola masyarakat lokal.
Kegiatan demo yang awalnya berlangsung tertib di halaman parkir Hotel Vega kemudian berpindah ke pelataran lobi kedatangan lantaran kegiatan tetap dilaksanakan sedangkan panitia penyelenggara enggan bertemu langsung dengan sejumlah pendemo terkait tuntutan pembatalan.
Pendemo yang bertambah banyak membuat massa merangsek ke pelataran hotel memaksa masuk ke tempat kegiatan langsung dihadang personil Kepolisian dari Polda Papua Barat Daya, Polresta Sorong dan Polsek Sorong Kota yang bertugas berjaga mengamankan kegaiatan tersebut dan sejumlah Forkopinda sempat bersitegang dan adu mulut dengan pendemo.
Kegiatan PAPEDA Summit 2026 dengan tema “Papua Action for Development, Economy, and Sustainable Nature” yang akan digelar di Sorong pada 2-4 September 2026.
Forum ini dihadiri oleh Pejabat Pusat & Daerah diantarnya : Menko Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan, Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, dan jajaran Forkopimda dan Partisipa. Lebih dari 1.030 peserta terdaftar yang meliputi perwakilan dari 6 provinsi se-Tanah Papua, LSM, hingga delegasi kedutaan asing (seperti Jerman dan Norwegia).
Meskipun dihadang dengan gelombang kritik serta demo dan protes keras sejak siang hingga menjelang malam, acara ini tetap dibuka secara resmi pada Rabu, 2 September 2026 di Gedung Drs. Ec. Lambert Jitmau, Sorong.
Rangkaian kegiatan dibuka di Gedung Lambert Jitmau, sedangkan agenda utama sesi pleno dan paralel berikutnya tersebar di Hotel Aston dan Hotel Vega Sorong.
Pemerintah Kota Sorong menegaskan komitmennya mendorong aksi nyata dalam pembangunan, penguatan ekonomi, dan kelestarian alam di Tanah Papua melalui PAPEDA Summit 2026.
[Aji LTC.]