Kronik polri

Dialog Kebangsaan di Sidoarjo: Rawat Bhinneka Tunggal Ika, Perkuat Persatuan di Tengah Polarisasi Ruang Digital

SIDOARJO – persbhayangkara.com JAWA TIMUR

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersama jajaran Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, akademisi, serta berbagai elemen pemuda menggelar Dialog Kebangsaan bertema “Merawat Bhinneka Tunggal Ika, Memperkuat Persatuan Bangsa di Tengah Polarisasi dan Ruang Digital”, Kamis (13/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Delta Wibawa Kabupaten Sidoarjo, Jalan Cokronegoro, Gajah Timur, Magersari, Kecamatan Sidoarjo, tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi, sinergitas, serta komitmen bersama dalam menjaga persatuan dan kondusivitas wilayah di tengah derasnya arus informasi digital.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Dr. Christian Tobing, S.I.K., M.Si. diwakili Kasat Intelkam Polresta Sidoarjo Kompol Moh. Arobi, S.H., CPHR. Sementara Bupati Sidoarjo H. Subandi diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo Dr. Fenny Apridawati, S.KM., M.Kes.

Turut hadir Ketua DPRD Sidoarjo H. Abdillah Nasih yang diwakili Wakil Ketua II DPRD Sidoarjo Suyarno, perwakilan Kejaksaan Negeri Sidoarjo, Kepala BNN Kabupaten Sidoarjo Kombes Pol Gatot Soegeng Santoso L, S.H., Kepala Bakesbangpol Kabupaten Sidoarjo Fredik Suharto, S.Sos., M.M., serta jajaran tokoh agama, akademisi, organisasi kemasyarakatan dan organisasi kepemudaan.

Di antaranya Ketua FKUB Sidoarjo M. Idham, Ketua MUI Sidoarjo Ach. Muhammad, Ketua PD Muhammadiyah Sidoarjo Burhanuddin, Ketua Gusdurian Sidoarjo Dany, Ketua HMI Sidoarjo A. Tirta, Ketua PMII Sidoarjo Muchammad Alfien, Ketua IMM Sidoarjo Satria Buana, Ketua SEMMI Baihaqqy, serta perwakilan PSHT, Kera Sakti, GRIB, Pemuda Pancasila, Flobamora dan Maluku Satu Rasa.

Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta sekitar pukul 09.50 WIB.

Selanjutnya, peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan Deklarasi Damai, doa bersama, serta sambutan Sekda Kabupaten Sidoarjo yang mewakili Bupati Sidoarjo.

Dalam sambutannya, Sekda menekankan pentingnya merawat nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika di tengah perkembangan teknologi dan digitalisasi yang semakin pesat.

Dialog kebangsaan tersebut, kata dia, tidak hanya menjadi ruang bertukar gagasan, tetapi juga sebagai upaya memperkuat rasa cinta tanah air, menjaga kerukunan antarumat beragama, sekaligus mencegah berkembangnya paham radikalisme yang dapat mengancam persatuan bangsa.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan pakta kesepahaman dan foto bersama sebagai bentuk komitmen seluruh elemen yang hadir untuk bersama-sama menjaga persatuan dan keamanan di Kabupaten Sidoarjo.

Memasuki sesi pemaparan, Ketua FKUB Kabupaten Sidoarjo M. Idham menyampaikan pentingnya meningkatkan literasi digital masyarakat.

Menurutnya, kemampuan memilah dan memverifikasi informasi menjadi kunci agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang sengaja dibuat untuk menimbulkan kegaduhan.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk saling memahami perbedaan pandangan, latar belakang sosial maupun kelompok, sehingga perbedaan tidak menjadi sumber perpecahan.

Sementara itu, Dosen UMSIDA Sidoarjo Dr. Hendra Sukmana, S.AP., M.KP. mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menerima informasi melalui media sosial.

“Informasi yang beredar harus dipastikan sesuai fakta dan tidak mengandung hoaks,” menjadi salah satu penekanan dalam paparannya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari Forkopimda, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama hingga tokoh masyarakat, untuk bersama-sama menjaga Sidoarjo tetap aman, damai dan kondusif.

Paparan berikutnya disampaikan Dosen UNUSIDA Dr. Hadi Ismanto. Ia menilai literasi digital masyarakat masih perlu terus diperkuat karena perkembangan internet telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, internet dapat memberikan manfaat besar apabila digunakan secara bijak, terutama dalam mempercepat komunikasi dan memperoleh informasi. Namun, tanpa kemampuan literasi yang baik, masyarakat juga rentan terpengaruh informasi yang tidak benar.

Ia mendorong adanya perhatian lebih terhadap penggunaan gadget dan internet pada anak-anak serta penguatan kanal informasi resmi pemerintah agar masyarakat memperoleh informasi yang faktual dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam sesi penutupan, seluruh peserta menegaskan sejumlah poin penting, di antaranya membangun literasi digital sejak lingkungan keluarga, mendorong pemerintah daerah untuk ikut mengatur penggunaan gadget pada anak secara bijak, serta mengajak masyarakat memperoleh informasi dari akun dan kanal resmi pemerintah maupun Forkopimda.

Seluruh elemen masyarakat juga didorong terus berkolaborasi menjaga harmonisasi sosial agar situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif, sehingga pembangunan Kabupaten Sidoarjo dapat berjalan semakin baik.

Dialog Kebangsaan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dan sinergitas seluruh elemen masyarakat dalam memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, serta meningkatkan deteksi dan pencegahan dini terhadap berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 12.00 WIB. Kegiatan berlangsung aman, tertib dan lancar. Sulton

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Paling Populer dalam 30 hari

To Top