Liputan Lintas Nasional

Tokoh Adat Sejumlah Desa di Kepulauan Aru Bahas Sejarah dan Status Pelabuhan Adat

KEPULAUAN ARU – persbhayangkara.com MALUKU

Sejumlah perwakilan masyarakat desa dan tokoh adat menggelar pertemuan di Cafe Gospel, Dobo, Selasa (20/10/2026), untuk membahas persiapan pelaksanaan acara adat sekaligus mendiskusikan keberadaan pelabuhan yang memiliki nilai historis bagi hubungan antarmasyarakat di Kabupaten Kepulauan Aru.

Pertemuan tersebut melibatkan perwakilan masyarakat Koba, Desa Ujir, Samang, Wokam, masyarakat Bugis-Makassar, serta para tetua adat dari sejumlah wilayah. Forum ini menjadi ruang komunikasi untuk menyamakan pandangan sekaligus memperkuat hubungan persaudaraan dalam rangka mempersiapkan kegiatan adat bersama.

Salah satu hal yang menjadi pembahasan adalah keberadaan pelabuhan yang menurut keterangan dalam pertemuan tersebut, pada masa lalu digunakan sebagai tempat persinggahan masyarakat Koba sebelum melanjutkan perjalanan menuju Desa Ujir, Samang, dan Wokam.

Pelabuhan itu dipandang memiliki nilai sejarah bagi masyarakat yang mempunyai keterkaitan dengan jalur perjalanan leluhur dan hubungan kekeluargaan yang telah terjalin sejak dahulu.

Dalam perkembangannya, muncul pembahasan mengenai status dan riwayat pengelolaan pelabuhan tersebut. Karena itu, para perwakilan masyarakat dan tokoh adat memandang perlu adanya penelusuran lebih lanjut terhadap sejarah penggunaan, kedudukan menurut adat, serta dokumen atau dasar lain yang relevan untuk memperjelas persoalan tersebut.

Pembahasan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk membangun pemahaman bersama. Setiap informasi dan pandangan dari pihak-pihak yang berkepentingan perlu didengarkan secara proporsional agar persoalan dapat ditelaah secara menyeluruh.

Para tokoh adat diharapkan dapat berperan sebagai penghubung dalam proses dialog dengan mengedepankan musyawarah, kearifan lokal, dan penghormatan terhadap nilai-nilai adat yang hidup di tengah masyarakat.

Pendekatan tersebut dinilai penting agar setiap persoalan yang berkaitan dengan sejarah dan kepentingan bersama dapat dibicarakan secara terbuka, tanpa mengabaikan hak, kepentingan, serta pandangan pihak lain yang terkait.

Selain membahas persoalan pelabuhan, pertemuan ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga hubungan baik antara masyarakat Koba, Ujir, Samang, Wokam, masyarakat Bugis asal Wajo, serta keluarga yang berdomisili di Desa Galay Dubu dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan acara adat bersama.

Melalui komunikasi yang berkelanjutan dan musyawarah yang mengedepankan semangat persaudaraan, seluruh pihak diharapkan dapat memperoleh kejelasan mengenai persoalan yang dibahas sekaligus menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat di Kepulauan Aru.

(Bambang Anakoda)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Paling Populer dalam 30 hari

To Top