BOJONEGORO – persbhayangkara.com JAWA TIMUR
Sosialisasi rencana pelaksanaan survei seismik 2D Lamturo digelar di Pendopo Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (23/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari tahapan sosialisasi kepada pemerintah kecamatan, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), serta pemerintah desa yang wilayahnya akan menjadi lokasi lintasan kegiatan survei seismik.
Survei seismik 2D Lamturo tersebut melibatkan PT Pertamina EP bersama PT BGP Indonesia. Kegiatan survei mencakup wilayah Kabupaten Lamongan, Tuban, dan Bojonegoro.
Dalam kegiatan sosialisasi tersebut hadir unsur Forkopimcam Ngasem, di antaranya Camat Ngasem, Kapolsek Ngasem, serta jajaran Koramil Ngasem. Selain itu, turut hadir kepala desa dari 10 wilayah yang direncanakan menjadi jalur kegiatan survei seismik 2D Lamturo.
Camat Ngasem, Budi Sukisna, S.STP., secara langsung membuka kegiatan sosialisasi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para kepala desa yang telah hadir memenuhi undangan dalam kegiatan yang diselenggarakan bersama PT BGP Indonesia.
Menurutnya, komunikasi dan koordinasi antara pihak perusahaan, pemerintah kecamatan, serta pemerintah desa menjadi bagian penting agar pelaksanaan kegiatan di lapangan dapat berjalan dengan baik dan tetap memperhatikan kondisi serta kepentingan masyarakat di wilayah yang dilalui.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dari pihak PT Pertamina EP yang disampaikan oleh Iwan Setiawan. Dalam paparannya dijelaskan mengenai rencana dan tujuan pelaksanaan survei seismik 2D Lamturo sebagai bagian dari upaya eksplorasi potensi sumber daya migas.
Survei seismik merupakan salah satu tahapan dalam kegiatan eksplorasi untuk memperoleh gambaran kondisi struktur bawah permukaan bumi. Data yang diperoleh selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan kajian dalam menentukan potensi keberadaan sumber minyak dan gas bumi.
Pelaksanaan kegiatan tersebut diharapkan dapat mendukung upaya pencarian sumber minyak dan gas baru di wilayah kerja yang menjadi sasaran survei. Di sisi lain, kegiatan eksplorasi migas juga menjadi bagian dari upaya mendukung target peningkatan produksi minyak nasional hingga mencapai 1 juta barel per hari.
Melalui sosialisasi tersebut, seluruh pihak diharapkan memiliki pemahaman yang sama mengenai tahapan kegiatan, wilayah yang akan dilalui, serta pentingnya koordinasi selama pelaksanaan survei.
Dengan adanya komunikasi sejak tahap awal, pelaksanaan survei seismik 2D Lamturo diharapkan dapat berlangsung secara tertib, aman, dan kondusif, sekaligus memberikan pemahaman yang jelas kepada pemerintah desa dan masyarakat terkait kegiatan eksplorasi migas di wilayah Kecamatan Ngasem. Zulkarnain